Rematik datang mendera lantaran seorang pasien di Surabaya
itu doyan mengkonsumsi jeroan, mengakibatkan rasa sakit di lutut kaki kirinya.
Menurut dr Cecilia Padang PhD, FACR, dari Klinik Pusat Rematik Indonesia,
jeroan mengandung purin tinggi. Purin itu nantinya disintesis menjadi asam
urat. Jika produksi asam urat melebihi daya tampung dalam plasma darah, akan
terjadi penimbunan dalam jaringan tubuh.
Timbunan asam urat biasanya terjadi di persendian seperti
pada pergelangan tangan, tumit, siku, dan lutut. Persendian yang terserang akan
membengkak, terasa panas, nyeri, meradang, dan sulit digerakkan. Gejala asam
urat umumnya timbul mendadak dan menyerang pada malam hari saat cuaca dingin.
Risiko terkena asam urat dalam tubuh meningkat seiring
peningkatan asupan makanan tinggi purin. Selain jeroan, beberapa bahan nabati
juga dapat memicu asam urat bila dikonsumsi berlebih yaitu daun singkong,
bayam, kangkung, kacang polong, asparagus, kacang buncis, dan kembang kol.
Derita akibat asam urat dapat diatasi dengan rutin
mengkonsumsi 2 kapsul ekstrak habbatussauda’ sebanyak 2 kali sehari. Keampuhan
ekstrak habbatussauda’ meredakan rasa sakit akibat radang rematik telah
dibuktikan Ibrahim Tekeoglu, periset dari Departemen Rehabilitasi dan
Reumatologi Sekolah Medis Yucunzu Yil University di Turki. Ia memberikan
timokuinon dari ekstrak habbatussauda’ kepada tikus yang terkena radang rematik
dengan dosis 2,5 dan 5 mg/kg bobot tubuh. Hasilnya, timokuinon mampu menekan
peradangan pada tikus.
Sumber : Trio Herbal, my healthy life
Foto :herbalmodern

Tidak ada komentar:
Posting Komentar