Tampilkan postingan dengan label Ekstrak Habbatussauda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekstrak Habbatussauda. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 April 2012

Jantung dan Ekstrak Habbatussauda

Jantung

Di Indonesia serangan jantung adalah penyebab kematian nomor 9. Sebanyak 5,1% dari orang yang meninggal, disebabkan penyakit jantung. Prevalensi penyakit jantung di Indonesia 7,2%. Penyakit jantung biasanya disebabkan gangguan pada pembuluh darah arteri yang melayani kebutuhan darah jantung. Jika pembuluh koroner menyempit, maka otot jantung tidak memperoleh suplai darah yang cukup. Gejalanya tiba-tiba muncul perasaan tidak enak di dada secara berulang-ulang yang disebut angina pectoris. Setelah itu terjadi gagal jantung dan tidak sadarkan diri atau bahkan meninggal.

Gangguan pembuluh darah jantung biasanya disebabkan aterosklerosis. Dinding pembuluh darah yang mengalami aterosklerosis akan menebal dan mengeras. Akibatnya aliran darah tidak lancar dan mengalami turbulensi. Aliran darah yang mengalami turbulensi dapat merusak selaput kapsul atheroma dan memecahkannya sehingga mengundang trombosit yang memacu pembekuan darah dan terbentuknya trombus.

Selasa, 17 April 2012

Tuberkulosis dan Ekstrak Habbatussauda'

Tuberkulosis (TB)

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar yang dilakukan Kementerian Kesehatan pada 2007, tuberkulosis menjadi penyebab kematian nomor 2 setelah stroke. Indonesia menempati urutan ketiga setelah India dan China diantara  22 negara dengan masalah TB terbesar di Dunia.

Kondisi itu tentu saja sangat mengkhawatirkan. Pasien biasanya lamban ditangani karena baru diketahui mengidap TB setelah kronis dengan gejala batuk berdarah. Gejala batuk di awal serangan kerap dianggap batuk biasa. Padahal,bila batuk terus mendera hingga lebih dari 3 minggu, tubuh lemas, demam, nafsu makan berkurang, mesti segera memeriksakan diri lebih lanjut ke dokter.


Jumat, 13 April 2012

Asam Urat dan Ekstrak Habbatussauda’

Asam Urat
 
Rematik datang mendera lantaran seorang pasien di Surabaya itu doyan mengkonsumsi jeroan, mengakibatkan rasa sakit di lutut kaki kirinya. Menurut dr Cecilia Padang PhD, FACR, dari Klinik Pusat Rematik Indonesia, jeroan mengandung purin tinggi. Purin itu nantinya disintesis menjadi asam urat. Jika produksi asam urat melebihi daya tampung dalam plasma darah, akan terjadi penimbunan dalam jaringan tubuh.

Timbunan asam urat biasanya terjadi di persendian seperti pada pergelangan tangan, tumit, siku, dan lutut. Persendian yang terserang akan membengkak, terasa panas, nyeri, meradang, dan sulit digerakkan. Gejala asam urat umumnya timbul mendadak dan menyerang pada malam hari saat cuaca dingin.

Kamis, 12 April 2012

Ekstrak Habbatussauda Menghambat Perkembangan Kanker Pankreas

Menurut para peneliti dari Kimmel Cancer Center di Jefferson. Data yang disajikan pada Pertemuan ke-100 AACR Tahunan 2009 di Denver : Ekstrak habbatussauda terbukti dapat membunuh sel kanker pankreas juga terbukti dapat menghambat perkembangan kanker pankreas sebagai karena sifat anti-inflamasinya.


Thymoquinone, konstituen utama dari ekstrak habbatussauda, dipamerkan sebagai anti-inflamasi yang mengurangi pelepasan mediator inflamasi dalam sel kanker pankreas, menurut Hwyda Arafat, MD, Ph.D., profesor Bedah di Jefferson Medical College, Thomas Jefferson University dan anggota dari pankreas Jefferson Pancreatic, Biliary & Related Cancers Center.
 

Rabu, 11 April 2012

Hepatitis dan Ekstrak Habbatussauda'

Hepatitis

Pasien hepatitis atau radang hati biasanya mengalami perubahan warna kulit dan bagian putih mata menjadi kekuningan. Oleh karena itu masyarakat menyebut hepatitis sebagai penyakit kuning. Munculnya warna kuning akibat pengendapan pigmen bilirubin dari cairan empedu. Bilirubin merupakan pigmen kuning yang dihasilkan oleh pemecahan hemoglobin  (Hb) di hati. Urin penderita pun kuning atau kecoklatan mirip air teh.

Menurut dr Primal Sudjana, SpPDKPTI, spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, hepatitis disebabkan virus. Di Indonesia virus yang paling banyak menyerang adalah virus hepatitis A, B, C. Bila serangan virus itu dibiarkan hingga 6 bulan, mengakibatkan akut. Enam bulan berikutnya menimbulkan sirosis atau pengerasan hati dan dapat menyebabkan kematian. Penyakit hati tergolong ancaman serius di Indonesia. Ia menduduki peringkat ke-8 penyebab kematian di tanah air. Sebanyak 5,1% kematian disebabkan hepatitis.

Minggu, 08 April 2012

Stroke dan Ekstrak Habbatussauda’

Stroke

15,4% dari total pasien yang meninggal di Indonesia disebabkan oleh serangan stroke. Menurut dr H Hardhi Pranata SpS MARS, dokter ahli saraf, ada dua jenis stroke: stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik disebabkan arteriosklerosisi alias penyumbatan dinding pembuluh darah lantaran timbunan lemak. Sedangkan stroke hemoragik akibat pecahnya pembuluh darah di otak sehingga terjadi pendarahan.

Sebagian besar stroke di Indonesia adalah hemoragik. “Pembuluh darah orang-orang Indonesia rapuh karena kebiasaan mengkonsumsi bahan pangan gurih,” kata Master Administrasi Rumahsakit alumnus Universitas Indonesia itu. Namun, yang tidak menderita hipertensi pun bisa terserang stroke hemoragik. Tekanan darah yang tiba-tiba melonjak karena makanan atau emosi bisa memicu pembuluh darah pecah.

Selasa, 03 April 2012

Diabetes Mellitus dan Ekstrak Habbatussauda

Diabetes Mellitus
Diabetes mellitus (DM) yang di Indonesia juga dikenal dengan istilah penyakit kencing gula merupakan penyakit degeneratif yang memerlukan penanganan tepat dan serius. Sebab, penyakit itu menyebabkan komplikasi penyakit lainnya, seperti jantung, stroke, disfungsi ereksi, gagal ginjal, dan kerusakan sistem saraf. Diabetes muncul akibat tubuh tidak mampu mengendalikan tingkat gula (glukosa dalam darah).
Penderita diabetes gagal memproduksi insulin dalam jumlah memadai. Insulin yang diproduksi kelenjar pankreas berfungsi mengontrol kadar gula darah. Akibatnya, terjadi kelebihan gula di dalam tubuh. Kelebihan gula yang kronis di dalam darah (hiperglikemia) itu menjadi racun bagi tubuh. Penyebab utama diabetes adalah pola makan tidak seimbang dan kurang aktivitas fisik. Selain itu, stres, kelainan genetika, usia tua, juga menjadi pemicu.

Minggu, 01 April 2012

Hipertensi dan Ekstrak Habbatussauda

Hipertensi
Garam adalah penyedap rasa yang bisa menggugah selera makan Anda. Namun, jika berlebihan bisa memicu hipertensi alias tekanan darah tinggi karena mengandung natrium. Natrium mudah mengendap di dinding pembuluh darah. Jika kadar garam yang mengendap semakin banyak, pembuluh darah akan menyempit sehingga kecepatan aliran darah kian meninggi.
Hipertensi juga dipicu kadar kolesterol dalam darah yang tinggi. Kolesterol menyebabkan pembuluh darah tersumbat oleh tumpukan lemak. Jadi, kolesterol menjadi faktor pemicu sekunder. Kolesterol bersumber dari makanan berlemak. Menurut Prof Dr dr Syakib Bakri, SpPD-KGH dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, pada kondisi normal, hipertensi yang umum menyerang pasien adalah hipertensi primer yang disebabkan faktor keturunan dan lingkungan seperti stres, kegemukan, mengkonsumsi alkohol, dan pola hidup tidak sehat. “Frekuensi terjadinya mencapai 90%-95%,” katanya.

Rabu, 28 Maret 2012

Kanker dan Ekstrak Habbatussauda’

Kanker
Kanker adalah neo plasma atau pertumbuhan sel-sel baru yang bentuk, sifat, dan kinetiknya berbeda dari sel normal. Menurut Norimasa Shudo (manager Departmen Produk Kesehatan Nissan Chemical Industries) “Neoplasma adalah penyebab kematian tertinggi di Jepang.”
Salah satu contoh Neoplasma adalah tumor. Bila pertumbuhan sel-sel baru tidak terkontrol, merusak bentuk, dan fungsi organ tubuh. Akibatnya, tumor mengganas menyebabkan kanker. Di Indonesia, tumor ganas penyebab kematian nomor 7. Prevalensi kanker di tanah air mencapai 0,43%. Yang terbanyak adalah penderita kanker payudara yang mencapai 19,6%, kanker leher rahim 11,07%, dan kanker hati 8,12%.
Pada beberapa pasien, kanker biasanya diawali dengan munculnya tumor. Tumor berupa benjolan dari sel-sel jaringan tubuh yang mengalami metastasis. Seringkali kehadiran tumor diabaikan pasien karena tidak menimbulkan keluhan berarti.