Minggu, 08 April 2012

Stroke dan Ekstrak Habbatussauda’

Stroke

15,4% dari total pasien yang meninggal di Indonesia disebabkan oleh serangan stroke. Menurut dr H Hardhi Pranata SpS MARS, dokter ahli saraf, ada dua jenis stroke: stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik disebabkan arteriosklerosisi alias penyumbatan dinding pembuluh darah lantaran timbunan lemak. Sedangkan stroke hemoragik akibat pecahnya pembuluh darah di otak sehingga terjadi pendarahan.

Sebagian besar stroke di Indonesia adalah hemoragik. “Pembuluh darah orang-orang Indonesia rapuh karena kebiasaan mengkonsumsi bahan pangan gurih,” kata Master Administrasi Rumahsakit alumnus Universitas Indonesia itu. Namun, yang tidak menderita hipertensi pun bisa terserang stroke hemoragik. Tekanan darah yang tiba-tiba melonjak karena makanan atau emosi bisa memicu pembuluh darah pecah.

Stroke memicu rusaknya sel-sel otak akibat tidak mendapat pasokan oksigen dan nutrisi memadai. Terhambatnya pasokan oksigen ke sel-sel otak selama 3 atau 4 menit saja bisa menyebabkan kerusakan sel.

Stroke juga disebabkan rasio magnesium dan kalsium di dalam tubuh tidak seimbang. Ketimpangan dalam mengkonsumsi kedua unsur itu dapat menyebabkan arteriosklerosis alias penyumbatan pembuluh darah penyebab serangan stroke. Konsumsi kalsium berlebih menyebabkan endapan di dinding pembuluh darah. Lama-kelamaan endapan itu menyumbat aliran darah. Efeknya otak kekurangan oksigen sehingga gagal memberikan perintah kepada organ tubuh.

Ekstrak Habbatussauda’

Ekstrak Habbatussauda terbukti ampuh menekan risiko serangan stroke dengan mencegah cidera otak akibat ischemic stroke atau stroke yang disebabkan oleh arteriosklerosis alias penyumbatan dinding pembuluh darah. Salah satu penyebab ischemic stroke adalah peroksidasi lemak akibat menumpuknya asam lemak tak jenuh ganda.

Oksidasi menyebabkan asam lemak itu bersifat hidrofilik sehingga struktur membran sel pembuluh darah berubah menjadi kurang lentur. Begitu juga dengan sel darah sehingga menjadi lebih kental. Akibatnya peredaran darah di otak tidak lancar dan menyebabkan stroke.

Peroksidasi lemak dapat diukur dengan menghitung kadar malondialdehyde (MDA). Hasil penelitian Hossein Hosseinzadeh, peneliti Pharmaceutical Research Center, School of Pharmacy, Mashhdad University of Medical Sciences, Mashhdad, Iran, menunjukan tikus yang diberi asupan 10 mg/kg bobot tubuh timokuinon dan 0,384 mg/kg bobot tubuh Ekstrak Habbatussauda’ dapat menurunkan kadar MDA pada jaringan hippocampus otak tikus dari 297 nanomol/g menjadi 66,9 dan 153,5.

Cara lain Ekstrak Habbatussauda melindungi pembuluh darah adalah dengan menghambat aktivitas enzim fatty acid synthase. Enzim itu diperlukan untuk mensintesis asam lemak rantai panjang yang merupakan bahan baku kolesterol dan trigliserida. Bila aktivitas enzim itu rendah, maka kolesterol dan trigliserida pun tak terbentuk.